Penggunaan Sekam Bakar untuk Kompos dan Pengomposan
by 🧑🚀 Oka bRionZ on Fri Dec 05 2025
Fungsi Sekam Bakar dalam Kompos
- Bahan Baku Karbon: Sumber karbon tinggi untuk keseimbangan C/N
- Aerasi: Membuat pori-pori untuk sirkulasi udara
- Penyerap Kelembaban: Mengatur kadar air kompos
- Pengontrol Bau: Menetralkan bau tidak sedap
Proporsi dalam Campuran Kompos
- Sekam Bakar: 20-30% dari total bahan
- Sampah Organik: 40-50% (daun, sayur busuk)
- Kotoran Hewan: 20-30%
- Mikroorganisme: Starter kompos
Teknik Pengomposan
- Tumpukan: Susun bahan secara berlapis
- Balik Rutin: Putar tumpukan setiap 7-10 hari
- Kelembaban: Jaga 50-60% air
- Suhu: Optimal 50-70°C untuk pembusukan
Manfaat Kompos dengan Sekam Bakar
- Dekomposisi Cepat: Proses 4-6 minggu
- Kualitas Tinggi: Nutrisi seimbang dan stabil
- Volume Besar: Sekam bakar menambah bulk
- Tahan Penyimpanan: Tidak mudah rusak
Variasi Kompos
- Kompos Cepat: Tambah EM4 untuk percepatan
- Kompos Bokashi: Fermentasi anaerob dengan sekam bakar
- Vermikompos: Kombinasi dengan cacing tanah
- Kompos Cair: Ekstrak untuk pupuk foliar
Aplikasi Kompos Hasil
- Pupuk Dasar: Campur dengan tanah saat tanam
- Top Dressing: Tabur di sekitar tanaman
- Larutan Cair: Untuk penyiraman dan semprot
- Potting Mix: Campur dengan media tanam
Tips Sukses Pengomposan
- Potong bahan organik kecil-kecil
- Monitor suhu dan kelembaban
- Hindari bahan beracun
- Tutup tumpukan untuk mencegah hama
Baca juga: Media Tanam Murah untuk Urban Farming di Lahan Sempit, Cara Merevitalisasi Tanah Mati agar Subur Kembali